Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo (kiri) dan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Cimahi, Adet Chandra. (Fatia Uqim/ayobandung)

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif memiliki bantuan insentif pemerintah yang dialokasikan untuk memodali perusahaan startup. Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, pemerintah menyalurkan anggaran Rp 6 miliar selama 2018. “Memang jumlahnya belum besar. Untuk plafon per startup maksimal Rp 200 juta,” ujar Fadjar di Jakarta, Senon (3/12/2018).

Dana tersebut disalurkan untuk sekitar 30 startup. Adapun subsektor yang difokuskan yakni untuk aplikasi digital dan game, fashion, kriya, dan kuliner. Fadjar mengakui anggaran tersebut masih jauh dari cukup bagi perusahaan startup untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, bantuan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah ke startup untuk tumbuh dan berkembang.

“Ini menunjukkan bahwa kita serius untuk mengembangkan startup di Indonesia,” kata Fadjar. Untuk tahun depan, anggaran yang diajukan Bekraf dalam APBN 2019 untuk startup juga sekitar Rp 6 miliar. Bekraf mendorong agar semakin banyak perusahaan startup yang go public di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini diharapkan dapat memperluas akaes permodalan ke perusahaan startup tersebut. Sejauh ini, baru tiga perusahaan startup yang sudah IPO, yakni PT Kioson Komersial indonesia, PT Mcash Integrasi Tbk, dan PT Yelooo Integra Datanet. “Pada akhirnya bagaimana kita sempurnakan ekosistem startup di Indonesia dan memberikan satu jalur permodalan bagi para startup di Indonesia,” kata Fadjar.

Fadjar mengatakan, startup membutuhkan permodalan di semua fase, mulai dari fase ide, early stage, growth, hingga mature. Fajat mengatakan, jika mau memperbanyak jumlah startup yang melantai di bursa, harus dimulai dari hulunya. Bekraf ingin membangun sistem yang lebih baik untuk startup di Indonesia. Oleh karena itu, perlu membuat koneksi yang lebih kuat dengan pada stakeholder.

Salah satunya dengan menggelar acara Go Startup Indonesia. Di acara tersebut, Bekraf mensinergikan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem startup dan mempertemukan setiap pihak yang terlibat seperti pemerintah, ahli di bidang teknologi, penggiat startup, hingga para investor yang akan mendorong semakin banyak startup untuk IPO.(wayar.id/pal)