Ketua DPW GANI Provinsi Sumut, dr Muhammad Emirsyah Harvian Harahap.(wayar.id)

MEDAN – Tim gabungan BNN RI dan Bea Cukai Medan menggagalkan peredaran 30 Kg sabu. Empat pelaku Dedi Iskandar dan Surya Darma (kurir), Ibnu Hajar (penjemput sabu dari Malaysia) serta Rahmadsyah (pengendali) ditangkap.

Pengungkapan ini pun diapresiasi oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Anti Narkoba Indonesia (GANI) Provinsi Sumatera Utara.

“Pengungkapan ini sebagai bentuk keseriusan BNN maupun pihak terkait dalam memberantas peredaran narkoba. Ini patut kita apresiasi,” kata Ketua DPW GANI Provinsi Sumut, dr Muhammad Emirsyah Harvian Harahap, Senin (4/3/2019).

Emir mengatakan, kinerja BNN dalam membongkar peredaran narkoba tidak terlepas dari kekhawatiran semakin menggilanya penyalahgunaan barang haram tersebut.

Pasalnya, bandar narkoba menargetkan anak kecil sebagai pecandu, dan menjadikan pelajar sebagai bandar atau pengedar.

“Bayangkan jika narkoba tersebut sempat beredar, berapa banyak generasi muda yang akan terkena dampaknya,” ujarnya.

Ia menilai, Indonesia selama ini dikenal sebagai surga narkoba, karena potensi pemakainya sangat besar. Selain itu, katanya, Indonesia juga dinilai mulai menjadi negara dalam memproduksi narkoba.

“Narkoba yang beredar bukan saja berasal dari selundupan negara asing, namun juga diproduksi di dalam negeri. Peredaran narkoba ini yang yang haru diberantas,” pungkasnya.

Diberitakan, Tim gabungan BNN RI dan Bea Cukai Medan mengungkap kasus peredaran narkoba. Empat orang pelaku ditangkap dan 30 kilogram sabu disita.

Awalnya petugas mendapat informasi adanya pengiriman sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut pada Kamis (28/2/2019). Dari informasi tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan dan didapat didapat informasi bahwa pengiriman sabu itu menggunakan kapal nelayan dijemput langsung dari Port Klang, Malaysia, oleh seseorang bernama Ibnu Hajar alias Benu.

Setelah bersandar di wilayah Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sabu itu dibawa dengan menggunakan mobil oleh dua orang laki-laki. Saat mobil melintas di Jalan Raya Siantar, petugas melakukan penghadangan dan menangkap Dedi Iskandar dan Surya Darma.

Dari keduanya, disita tiga kantong plastik warna hitam berisi masing-masing 10 kantong sabu yang dikemas dalam plastik teh China berwarna hijau. Total keseluruhan ada 30 kilogram sabu.

Petugas melakukan pengembangan dan menangkap Ibnu Hajar (penjemput sabu dari Malaysia) dan Rahmadsyah (pengendali). Selain sabu disita juga 2 unit mobil, beberapa unit HP, kartu identitas pelaku, dan uang Rp 6.600.000.(wayar.id/kontr)