ilustrasi (int)

MEDAN – Tim Kejari Medan menangkap Shallom Telaumbanua yang terjerat kasus penipuan dan penggelapan. Pengusaha Hotel yang buron sejak tahun 2011 ditangkap pada Minggu (11/8/2019) sekira pukul 04.00 WIB. Dirinya ditangkap tim Unit Sergap DPO di tempat persembunyiannya di Taman Anggrek Setia Budi.

“Shallom ditangkap saat bersama keluarganya. Petugas yang melakukan penangkapan dibantu kepala lingkungan dan petugas keamanan kompleks,” kata Kasi Pidum Kejari Medan Parada Situmorang, Senin (12/8/2019).

Ia menjelaskan, sebelum melakukan penangkapan pihaknya sudah mengikuti Shallom sejak Sabtu sore. “Saat ditangkap ia sempat meminta agar hal itu tidak dilakukan di depan anaknya,” ujarnya.

Shallom dinyatakan bersalah karena telah mengelabui rekan bisnisnya bernama Halim dalam pengelolaan hotel. Ia mengajak korban menanamkan modal senilai Rp 2.555.619.045 untuk operasional Hotel Sirao. Namun belakangan hasil penggelolaan tidak pernah dibagi hingga dilaporkan ke Polrestabes Medan pada 2008.

Kasus warga Jalan Semarang, Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Medan ini pun masuk ke pengadilan. Ia dituntut empat tahun penjara. Namun, majelis hakim menyatakan ia bersalah dan menjatuhinya dengan hukuman 2 tahun penjara.

Pada tingkat banding, hakim tinggi menyatakan perkara itu ‘onslag van alles rechtsvervolging’ atau ada perbuatan tapi bukan tindak pidana.
Namun, pada tingkat kasasi Shallom diputus 2 tahun penjara oleh Hakim Kasasi pada tanggal 7 Juli 2010 lalu.

“Ditingkat kasasi MA menguatkan putusan pengadilan dan menghukum Shallom dua tahun penjara,” jelasnya.

Setelah putusan MA, pihak Kejari Medan melakukan pemanggilan terhadap Shallom, namun yang bersangkutan terus menghindar dengan cara berpindah tempat. “Yang bersangkutan telah dibawa ke Lapas Tanjung Gusta Medan untuk menjalani sisa masa hukumannya,” pungkasnya.(wayar.id/kontr)