(wayar.id)

JAKARTA – Perusahaan Integrated Business Communication Consultant di Indonesia, Fortune berganti nama menjadi Fortuna pada 18 Maret 2019.

CEO Fortuna Edhy Bawono mengatakan, perubahan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri untuk unjuk kemampuan di industri yang penuh persaingan ketat, dengan menawarkan jasa dan solusi kreatif, digital, dan hubungan masyarakat berkelas dunia tanpa melupakan akarnya sebagai agensi lokal Indonesia.

“Dalam proses perubahan ini, kami ingin lebih tegas, terintegrasi dan inovatif dalam setiap pendekatan yang kami lakukan. Dan yang terpenting, kami ingin tetap bisa berpegang pada akar kami sambil terus membangun brand kami untuk generasi yang baru,” katanya, Kamis (21/3/2019).

Ia mengatakan, pihaknya mengerti pengalaman sebelumnya telah membawa nama besar seperti sekarang. Selanjutnya, mereka perlu melakukan peningkatan dengan memperbarui apa yang bisa membuat semakin kompetitif dan relevan dengan dunia digital saat ini khususnya bagi generasi yang baru.

“Dengan pengetahuan yang sama, bahkan lebih baik, tentang Indonesia dan situasi pasarnya, sekarang kami membuat brand kami lebih mengakar dan otentik,” ujarnya.

CFO Fortuna Menuk Sudaryanti mengatakan, dengan identitas barunya Fortuna memiliki keyakinan untuk mampu memberikan persaingan yang lebih ketat, dan menancapkan namanya dengan lebih kuat di industri komunikasi kreatif di Indonesia.

“Identitas baru ini membawa harapan dari yang sebelumnya bermakna keberuntungan menjadi sumber keberuntungan. Ini juga sebagai komitmen untuk lebih merangkul dan bangga akan ke-Indonesiaan kami,” jelasnya.

Ratna Puspita, CCO Fortuna mengatakan, rancangan dari identitas baru ini sendiri menggunakan elemen-elemen dari identitas lama sebagai elemen dasar, warna merah sebagai asset visual, palet warna yang menggambarkan identitas brand yang kuat.

“Fortuna yakin bahwa perubahan ini menjadi awal baru untuk lebih memberikan energi dan memperkuat posisi perusahaan dan jasa-jasa yang ditawarkan, sebagai pilihan utama baik bagi klien-klien maupun masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan integrated business communication,” pungkasnya.(wayar.id/ kontr)