prototipe becak listrik yang dibangun ini ditargetkan akan rampung awal Mei 2019..(wayar.id)

MEDAN – PT PLN (Persero) bekerjasama dengan Universitas HKBP Nommensen Medan, menginisiasi pembangunan dua unit prototipe becak listrik.

Pembangunan prototipe becak listrik ini diawali pada Desember 2018, setelah Sumatera Utara dilintasi konvoi mobil listrik yang dibesut PLN, Universitas Borobudur dan ITS.

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) lalu berinisiatif membangun becak listrik. Dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara, Universitas HKBP Nommensen dipilih menjadi mitra pertama untuk membangun prototipe.

“Pada 17 Desember 2018 kami menandatangani MoU dengan Nommensen untuk pembangunan prototipe becak listrik,” kata ujar General Manager PLN UIW Sumut, Feby Joko Priharto, di sela-sela kunjungan Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharti, di kampus HKBP Nommensen Medan, Rabu (20/3/2019).

Ia mengatakan, dua unit prototipe becak listrik yang dibangun ini ditargetkan akan rampung awal Mei 2019. Peresmiannya sendiri akan dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.

“Pembangunan becak listrik menjadi pilihan kendaraan listrik yang dibangun karena moda transportasi tersebut sudah sangat lekat dengan mobilitas keseharian masyarakat di beberapa daerah di Sumut, seperti di Kota Medan dan Pematang Siantar,” ujarnya.

Berbagai merek mesin pun sudah digunakan sebagai kendaraan penarik betor di Sumut, tetapi seluruhnya masih menggunakan energi fosil atau bahan bakar minyak. Karena tidak sedikit yang sudah tua, maka moda transportasi ini termasuk menjadi penyumbang polusi udara yang signifikan.

“Secara nasional, Sumatera Utara merupakan daerah penyumbang polusi udara terbesar ketiga di Indonesia,” jelasnya.

Untuk itu, PLN berinisiatif membangun becak listrik di Sumut, sekaligus memersiapkan migrasi energi dari fosil ke listrik. “PLN Sumut memulai kampanye migrasi energi dari skala yang dinilainya relatif kecil, yakni pembuatan becak listrik,” pungkasnya.(wayar.id/kontr)