KARO – Menyikapi ditolaknya usulan pembangunan jalan tol menuju Kota Berastagi Kabupaten Karo yang di usulkan Ikatan Cendikiawan Karo ( ICK) oleh DPR RI, Kelompok Permerhati Budaya Karo, Forum Runggu Masyarakat Karo ( FORMAKA) melaksanakan aksi Kolektif Koin Rp. 1000 Bantu Pemerintah Bangun Tol Medan – Berastagi pada Senin 20 Agustus 2019.

Seperti diketahui bahwa kondisi jalan dari dan menuju Kabupaten Karo kerap mengalami kemacetan parah, terutama di areal tanjakan Lau Kaban, Sembahe dan tanjakan Bandar Baru Siboulangit Kabupaten Deliserdang. Akibat kemacetan tersebut, tidak jarang jarak tempuh dari dan menuju Kab. Karo bisa menjadi delapan jam lebih, padahal dalam kondisi normal dari Kota Kabanjahe menuju Medan dapat di tempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 70 KM.

Kondisi tersebut bagi Warga Kabupaten Karo dianggap merugikan perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Karo yg mayoritas bergantung pada perdagangan Sayur dan buah ke Kota Medan. Kemacetan menyebabkan fluktuasi harga komoditas tani yang tajam, dapat berubah – ubah dalam hitungan jam. Jansen Purba, salah satu pedagang dan pemilik kios di Pasar Pajak Roga Berastagi mengatakan harga komoditas tani yg akan dijual keluar Kabupaten Karo menjadi sangat tidak menentu, sering menimbulkan kerugian bagi petani dan pedagang, sebab barang yg telah dibeli bisa jadi tidak laku karena telat masuk ke Pasar Induk Lau Cih atau telat sampai ke tujuan lain diluar Kota Medan.

Sebenarnya jalur rawan kemacetan berada di wilayah administratif Deliserdang, yaitu Sembahe dan Bandar Baru Kecamatan Siboulangit. Namun dampak langsung akibat kemacetan dirasakan oleh pelaku ekonomi Kab. Karo dan angkutan pribadi serta komersil dari dan menuju Kabupaten Karo.

Menurut Ketua FORMAKA, Iwa Brahmana aksi damai ini ditujukan untuk menggugah kepedulian elemen terkait, baik PemKab Karo, DPRD Karo, DPRD Provinsi Sumatera Utara, DPR RI Pemprop SU dan Pemerintah Pusat bahwa revitalisasi jalur Medan – Kab. Karo tidak kalah penting ketimbang Pengembangan Wisata Danau Toba yg telah menerima gelontoran dana 3,5 Triliun Rupiah mengingat Karo adalah satelit penyanggah Ekonomi dan kebutuhan harian Kota Medan yg utama.

Aksi dimulai pada pukul 16:00 WIB yg mengambil titik start di depan Pajak USU Jl Djamin Ginting Padang Bulan dan mengambil finish di Fly offer Jl Djamin Ginting Simpang Pos Padang Bulan.

Menurut Koordinator aksi Cinor Kaban aksi damai ini akan terus dilaksanakan bertahap sampai ke Kabupaten Karo, di Gapura Perbatasan Kab. Karo – Kab. Deliserdang tepatnya Objek Wisata Penatapen Berastagi. Aksi dan Dana yg terkumpul akan terus di update di group – group Facebook Masyarakat Karo seperti Kede Kopi Merga Silima dan Rumah Masyarakat Karo.(wayar.id/kontr)