Oleh : Anwar Saragih

Pertanyaan paling penting saat Jokowi menyampaikan visi misi Capres/Cawapres 01 tadi malam (14/1) adalah “Apa pentingnya Raffi Ahmad duduk dibarisan penanya ? Bukankah Raffi Ahmad pendukung Prabowo di Pilpres 2014 yang lalu? Apakah Raffi Ahmad sudah menjadi “cebong” untuk Pilpres 2019?”

Mari kita bahas…..

Seorang ilmuan Biologi kelahiran Kenya bernama Richard Dawskin (1976) menulis buku berjudul “The Selfish Gene” yang menjelaskan tentang gen egois yang ada dalam individu manusia sebagai arah menentukan pilihan. Baik pilihan warna favorite, gaya baju hingga jenis musik kesukaan.

Lebih lanjut, Dawskin menjelaskannya dalam konsep Memetic –Meme sebagai salah satu sifat manusia yang menjadi replikator (peniru) untuk hal-hal yang dianggapnya menarik, baik ide, pola perilaku hingga fashion idolanya.

Artinya pada rentetan pola semacam ini terdapat asumsi bahwa setiap manusia punya punya Influencer (sosok berpengaruh) dalam hidupnya. Hingga setiap manusia punya obsesi selalu mengikuti perilaku idolanya.

Pola semacam ini pula yang menjadi magnet tersendiri di budaya politik hingga muncul istilah relasi Patron-Clien dalam fenomena politik Indonesia. Elit sebagai Patron diyakini bisa memberikan kebaikan, perlindungan hingga kesejahteraan bagi clien yang dalam ini adalah masyarakat.

—–

Pada era digitalisasi, pola ini drastis berubah. Terutama sejak tejadi pergeseran aktivitas manusia ke Internet. Perilaku anak-anak muda (milenial) lebih condong ke aktivitas jaringan media sosial, baik itu youtube, twitter, instagram dan facebook.

Pada tahun 2017 disebutkan terdapat 143 juta orang di Indonesia telah terhubung dengan internet yang mayoritas penggunanya adalah orang-orang berumur 17-35 tahun. Pun data BPS menyebutkan pemilih yang usianya merujuk pada data diatas jumlahnya hampir 80 juta jiwa atau 40% dari total 190 juta DPT.

—–

Bagi siapapun, yang menjadi kandidat Capres/Cawpres angka ini jelas sangat prioritas dan tidak bisa ditolak. Masalahnya siapa kandidat yang paling disukai Milenial? Siapa kandidat yang mampu menangkap kebutuhan milenial yang sangat otentik ini?

Ini pula yang ditangkap oleh Jokowi yang secara penampilan dan gestur mengikuti pola-pola Milenial. Sepatu sneakers, jaket bombers, mengendarai motor besar hingga kerap mengunjungi kedai-kedai kopi diwaktu senggangnya.

Lihat saja jejak digital Jokowi terkait Milenial. Anda pasti menemukan sendiri jawabannya. Pun Jokowi kerap bertemu para influencer media sosial yang memiliki banyak pengikut.

Setidaknya ada 11 (sebelas) artis/ influencer yang telah bertemu dan ngevlog bersama Jokowi dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan terakhir yaitu Vincen dan Desta, Jennifer Bachdim, Gen Halilintar, Agung Hapsah, Boy William, Bayu Skak, Ria Ricis, Skinny Indonesia 24, Arief Muhammad, Agnes Monica, hingga Raffi Ahmad.

——

Dari deretan nama-nama diatas, tentu nama Raffi Ahmad layak menjadi sorotan. Sebab, Raffi sebelumnya adalah pendukung Prabowo-Hatta (2014) dan Anies-Sandi di Pilgub Jakarta (2017).

Perubahan arah dukungan Raffi Ahmad tentu signifikan, sebab ia punya followers instagram yang jumlahnya lebih dari 27 juta pengikut. Identifikasi dari linimasa dan kolom komentar medsosnya menyebutkan followers Raffi adalah tipe pemilih yang sangat loyal yang siap membela sang Idola atas dasar dan pilihan politik apapun. Sebabnya, para pengikut baik Raffi, maupun artis dan influencer diatas memiliki tingkat replikator tinggi yang suka mengikuti semua perilaku dan aktivitas mereka.

—–

Pada satu pertanyaan di Vlognya Raffi Ahmad ada satu adegan yang sangat menarik dikaji secara semiotika. “Pilih Sang Pisang atau Markobar” tanya Raffi ke Jokowi. Secara tegas Jokowi menjawab Sang Pisang (Nama kedai milik Kaesang)

Entah apa sebabnya, bisa saja karena Kaesang adalah seorang vlogger atau karena manfaat mengkonsumsi pisang yang bisa melancarkan pencernaan. —– “Pencernaan” pengetahuan seluruh anak-anak muda atas kinerja Jokowi selama 4 tahun terakhir.