Ilustrasi (detik.com)

MOJOKERTO – Tabungan Suhartoyo (58) mendadak terkuras Rp 65 juta setelah dia menerima telepon dari pria yang mengaku pegawai Bank BRI. Sampai saat ini belum jelas penyebab raibnya uang nasabah tersebut.

Pihak bank pelat merah itu hanya menyebut uang nasabah terkuras akibat penipuan atau kejahatan perbankan.

“Bank BRI menyesalkan terjadinya terkurasnya saldo nasabah kami di Mojokerto yang disebabkan tindakan penipuan atau kejahatan transaksi perbankan,” kata Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribaroto dalam rilis tertulis, Selasa (12/3/2019).

Dalam rilisnya, BRI tak menjelaskan lebih rinci modus dugaan kejahatan perbankan yang menimpa Suhartoyo. Bambang menjelaskan, pihaknya telah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam seluruh proses operasional perbankan. Selain itu, dia memastikan BRI tak pernah meminta data rahasia kepada siapa pun melalui media apapun.

“Bank BRI senantiasa mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi online, serta tidak menginformasikan kerahasiaan data nasabah kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI,” terangnya.

Bambang menambahkan, pihaknya juga telah memberikan edukasi keamanan bertransaksi kepada para nasabah. “Edukasi keamanan bertranskasi senantiasa kami berikan melalui akun social media Bank BRI, website bri.co.id dan Kantor Cabang BRI seluruh Indonesia,” tandasnya.

Tabungan di rekening BRI milik Suhartoyo terkuras pada Jumat (18/1/2019). Itu setelah dirinya menerima telepon dari seorang pria yang mengaku karyawan BRI di hari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB. Nomor tak dikenal itu adalah 087-748-500-721. Si penelepon mengatakan ke Suhartoyo mendapatkan bonus pulsa Rp 500 ribu. Ternyata pulsa yang masuk ke nomor ponsel korban hanya Rp 80 ribu.

Suhartoyo lantas mengecek saldo tabungannya ke agen BRI di Dusun Ngepung. Dia menggunakan kartu ATM BRI miliknya. Bak disambar petir, saldo tabungan yang semula Rp 67.071.187 tinggal Rp 2.071.187. Dia mengaku tak pernah melakukan transaksi.

Berdasarkan cetakan rekening koran yang diterima Suhartoyo dari Bank BRI Cabang Mojokerto, tabungan Rp 65 juta miliknya terkuras dalam waktu kurang dari 10 menit. Transaksi pertama terjadi pukul 16.00.30 WIB tanggal 18 Januari 2019. Saldo tabungan miliknya senilai Rp 10 juta ditransfer ke BRI Virtual Account (BRIVA) atas nama Yuli.

Transakai ke dua senilai Rp 40 juta terjadi pukul 16.01.34 WIB ke BRIVA atas nama Aili Nurfitria. Hanya jeda 5 menit, yaitu pukul 16.06.02 WIB, saldo tabungannya kembali ditransfer ke BRIVA atas nama Yuli senilai Rp 10 juta. Transaksi terakhir pukul 16.08.48 WIB ke BRIVA atas nama Yuli senilai Rp 5 juta.(wayar.id/pal)