Rupiah (Sumber: Kompas tv)

MEDAN – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus menguat, terutama di perdagangan hari ini. Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.177 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.270 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih terus menguat usai pembukaan. Tercatat, nilai tukar Rupiah saat ini berada di Rp 14.091 per USD.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan ada beberapa faktor yang mendorong penguatan nilai tukar tersebut. Salah satunya adalah kepercayaan para investor yang menguat terhadap pasar Indonesia.

“Faktor utama itu confidence pasar, investor terhadap Indonesia dan juga semakin bekerja mekanisme pasar valas (valuta asing) dalam negeri,” ujarnya.

Perry menjelaskan, confidence para investor tersebut juga tercermin dari hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Sebagaimana diketahui, lelang minggu ini targetnya adalah Rp 15 triliun. Lelang tersebut bahkan mengalami oversubscribed.

“Yang bidding lebih dari 3 kali bahkan lebih dari Rp 50 triliun, oversubscribe. Yang dimenangkan adalah Rp 28,2 triliun. Itu menunjukkan confidence investor baik dalam maupun luar negeri terhadap ekonomi Indonesia dan juga investasi di aset keuangan Indonesia sangat kuat dan sangat baik terbukti dari sisi oversubscribe lelang SBN,” ungkapnya.

Selain itu, lelang SBN juga menambah suplai di pasar valas karena sebagian besar pembeli SBN tersebut merupakan investor asing. Hal tersebut otomatis mendorong pergerakan Rupiah yang menguat.

“Selain itu, semakin bekerjanya mekanisme pasar. Tidak hanya pasar spot, swap dan juga pasar domestik domestic non deliverable forward (DNDF). Kurs DNDF terpantau bergerak stabil menguat.

“Itu dua faktor utama dorong pergerakan nilai tukar bergerak menguat,” tutupnya.(wayar.id/pal)